Pemberdayaan Solusi Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Sebagai Laznas yang telah menetapkan program satu tahun kedepan yang akan fokus pada pemberdayaam, BMH dituntut untuk menghadirkan program-program keummatan yang lebih membumi. Olehnya itu, BMH sedari awal menyadari betul bahwa program ini sebagai manifestasi iman, maka program SDGs yang akan dijalankan mampu memberikan efek perbaikan kehidupan kepada para mustahik lebih nyata. Edukasi dan sosialisasi secara massif harus dimulai. Membangun kebersamaan di dalam mewujudkan program keumatan dan kebangsaan menjadi konsen bersama yang mesti disinergikan. Karena tidak mungkin satu lembaga mampu mengatasi segudang persoalan masyarakat. Langkah taktis kolaborasi menjadi sangat tepat dilakukan. Tanpa pemahaman bersama, pekerjaan besar yang butuh kolaborasi dan sinergi akan membutuhkan waktu lama untuk bisa diatasi dan disolusikan. Dalam rangka mewujudkan akselerasi tersebut, Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar Talkshow dengan tema “KolaborAksi Untuk SDGs” di Makassar (4/12). Acara ini menjadi ajang penjajakan dan sekaligus mapping bersama untuk saling mengenal dan bersinergi kedepan. Acara yang menghadirkan nara sumber dari beragam latar belakang itu sukses digelar dengan kesan acara yang sangat menggembirakan bagi para peserta yang berjumlah 50 orang relawan, dari 28 komunitas di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Hadir sebagai pembicara, Direktur Utama Laznas Baitul Maal Hidayatullah, Marwan Mujahidin, kemudian Duta ASEAN My World 2030, Hendriyadi Bahtiar, serta Relawan Anak dan Fasilitator Kelembagaan WASH-UNICEF, Andi Bunga Tongeng Anas. Marwan Mujahidin menjelaskan bahwa SDG’s merupakan guidance yang membantu banyak lembaga untuk berkontribusi aktif di dalam menanggulangi permasalahan nasional dan global. “SDGs merupakan panduan yang sangat membantu kita semua di dalam bergerak mengagendakan program pembangunan kini dan nanti,” tegasnya. Sementara itu, Hendriyadi Bahtiar mengatakan bahwa selama ini komunitas-komunitas relawan, cenderung masih bergerak sendiri-sendiri. Masih sangat sedikit yang memilih berkolaborasi. “Padahal, sekiranya gerak seluruh komunitas ini bisa dipadu-sinergikan, maka tentu dampaknya akan lebih dirasakan lagi,” jelasnya. Bagi Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, ajang ini dinilai strategis untuk membangun masyarakat dan lingkungan Sulsel ke depan. “Acara ini digelar sebagai ikhtiar untuk membangun kolaborasi antar komunitas relawan di Sulawesi Selatan,” tutur GM BMH Sulawesi Selatan, Kadir. “Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas kerelawanan para peserta,” imbuhnya. Gelaran ini juga mendapat apresiasi dari Duta ASEAN My World 2030, Hendriyadi Bahtiar. “Kami sangat mengapresiasi BMH yang telah mendorong terlaksananya kegiatan ini.”pungkas beliau. Acara ini merupakan tindak lanjut dari agenda kerja BMH dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Surabaya, pada bulan Oktober lalu. Fokusnya akan menggarap program-program keummatan yang lebih strategis dan memberikan peluang perubahan kepada masyarakat.

 

  • #30hariberkarya #menulismenebarkebaikan #semuabisamenulis #day2