Temukan Kendala Dan Hadirkan Solusi Bersama

Setelah disesi #day3 mencoba untuk mengetahui definisi Kemiskinan, khususnya kemiskinan absolut atau ekstrim, dalam kesempatan yang baik ini saya ingin masuk lagi lebih keinti permasalahan. Hal ini akan lebih mudah nantinya kita dapatkan solusi bersama.

Inti dari tantangan memulai perbaikan kemiskinan masyarakat tersebut adalah kita sebagai bangsa harus mendiagnosa, sebenarnya sumber kemiskinan di Indonesia apa? jika hipotesa yang kita ajukan benar terjawab maka langkah perbaikan kedepan akan lebih terarah. Dalam resolusi PBB terkait SDGs ini setidaknya dalam 17 isu ada 3 isu sentral yang menjadi pusat perhatian dunia diantaranya; Kemiskinan, Kesenjangan dan perubahan iklim.

Olehnya itu, sumbangsih sekecil apa pun harus terus kita lakukan, sebab, begitu banyak peran yang dapat kita maksimalkan. Kemiskinan yang terus mengalami peningkatan ini butuh peran aktif seluruh elemen bangsa untuk ambil bagian.

Memang dalam implementasi dilapangan akan ada benturan-benturan kepentingan baik secara langsung atau tidak. Namun, harus kita akui disitulah nilai kita. ketika Masalah ada, kita datang memberikan solusi, disitulah anda akan merasa sangat berarti dalam perjalanan sejarah hidup anda. Mari kita giatkan berbagai model-model partisipasi masyarakat luas untuk terus bersama membenahi masalah mereka sendiri. Jika ini menjadi rol model kerjasama dalam kolaborasi ditengah masyarakat.

Masyarakat luas harus kita fasilitasi untuk membuat kelompok-kelompok diskusi yang terencana dan terus diedukasi. Banyak langkah untuk membuat warga masyarakat dapat aktif lewat program-program bersama tersebut, sehingga mereka merasa bertanggung jawab atas permasalahan disekitarnya. Jika masyarakat telah teredukasi mulai dari komponen terkecil, yakni keluarga maka tujuan pembangunan yang berkelanjutan untuk generasi masa depan akan semakin mudah kita menatanya, dalam jangka panjang konsep ini akan menjadi kesadaran kolektif yang membangun motivasi masyarakat untuk mengaktualisasikan diri agar dapat bangkit dari kemiskinan.

Jika kegiatan membangun kesadaran kolektif ini terus kita lakukan dengan seksama, keterlibatan yang massif seluruh masyarakat akan mampu menghadirkan suasana lingkungan baru yang lebih kondusif. Dengan kondusifnya lingkungan tempat aktivitas warga, maka segala program-program yang lebih baik akan mudah kita lakukan.

Mari Berjuang!

Pemberdayaan Solusi Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat

Sebagai Laznas yang telah menetapkan program satu tahun kedepan yang akan fokus pada pemberdayaam, BMH dituntut untuk menghadirkan program-program keummatan yang lebih membumi. Olehnya itu, BMH sedari awal menyadari betul bahwa program ini sebagai manifestasi iman, maka program SDGs yang akan dijalankan mampu memberikan efek perbaikan kehidupan kepada para mustahik lebih nyata. Edukasi dan sosialisasi secara massif harus dimulai. Membangun kebersamaan di dalam mewujudkan program keumatan dan kebangsaan menjadi konsen bersama yang mesti disinergikan. Karena tidak mungkin satu lembaga mampu mengatasi segudang persoalan masyarakat. Langkah taktis kolaborasi menjadi sangat tepat dilakukan. Tanpa pemahaman bersama, pekerjaan besar yang butuh kolaborasi dan sinergi akan membutuhkan waktu lama untuk bisa diatasi dan disolusikan. Dalam rangka mewujudkan akselerasi tersebut, Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Selatan menggelar Talkshow dengan tema “KolaborAksi Untuk SDGs” di Makassar (4/12). Acara ini menjadi ajang penjajakan dan sekaligus mapping bersama untuk saling mengenal dan bersinergi kedepan. Acara yang menghadirkan nara sumber dari beragam latar belakang itu sukses digelar dengan kesan acara yang sangat menggembirakan bagi para peserta yang berjumlah 50 orang relawan, dari 28 komunitas di beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Hadir sebagai pembicara, Direktur Utama Laznas Baitul Maal Hidayatullah, Marwan Mujahidin, kemudian Duta ASEAN My World 2030, Hendriyadi Bahtiar, serta Relawan Anak dan Fasilitator Kelembagaan WASH-UNICEF, Andi Bunga Tongeng Anas. Marwan Mujahidin menjelaskan bahwa SDG’s merupakan guidance yang membantu banyak lembaga untuk berkontribusi aktif di dalam menanggulangi permasalahan nasional dan global. “SDGs merupakan panduan yang sangat membantu kita semua di dalam bergerak mengagendakan program pembangunan kini dan nanti,” tegasnya. Sementara itu, Hendriyadi Bahtiar mengatakan bahwa selama ini komunitas-komunitas relawan, cenderung masih bergerak sendiri-sendiri. Masih sangat sedikit yang memilih berkolaborasi. “Padahal, sekiranya gerak seluruh komunitas ini bisa dipadu-sinergikan, maka tentu dampaknya akan lebih dirasakan lagi,” jelasnya. Bagi Laznas BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, ajang ini dinilai strategis untuk membangun masyarakat dan lingkungan Sulsel ke depan. “Acara ini digelar sebagai ikhtiar untuk membangun kolaborasi antar komunitas relawan di Sulawesi Selatan,” tutur GM BMH Sulawesi Selatan, Kadir. “Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus menjadi sarana peningkatan kapasitas kerelawanan para peserta,” imbuhnya. Gelaran ini juga mendapat apresiasi dari Duta ASEAN My World 2030, Hendriyadi Bahtiar. “Kami sangat mengapresiasi BMH yang telah mendorong terlaksananya kegiatan ini.”pungkas beliau. Acara ini merupakan tindak lanjut dari agenda kerja BMH dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Surabaya, pada bulan Oktober lalu. Fokusnya akan menggarap program-program keummatan yang lebih strategis dan memberikan peluang perubahan kepada masyarakat.

 

  • #30hariberkarya #menulismenebarkebaikan #semuabisamenulis #day2

BMH-Syabab Hidayatullah Gelar Aksi Galang Dana Peduli Palu

Anak-anak dari Syabab Hidayatullah yang memakai baju orange berdiri dipingir trotoar kala lampu hijau sedang menyala diperempatan Javamall, Kota Semarang sore kemarin, Senin (2/10/18).

Namun, ketika lampu kuning mulai menyala, ‘alarm’ tugas mulia sore itu harus segera dilaksanakan sebagai bukti nyata keprihatinan yang mendalam kepada warga kota Palu, Donggala, Sigi dan Parimo yang terkena gempa, disusul dengan tsunami, khususnya Kota Palu.

“Alhamdulillah. Sore ini, BMH-Syabab Hidayatullah dapat turun kejalan mengetuk hati para pengendara untuk bersama-sama ambil bagian untuk membantu para korban dengan mengamanahkan sebagian rejeki yang dititipkan Allah.”Imbuh Amil BMH Jawa Tengah, Meisel Tahar.

Aksi galang dana sore kemarin merupakan aksi galang dana perdana yang diinisiasi BMH-Syabab Hidayatullah.

“Pemuda harus peka, dan harus segera mengambil peran dengan berbuat sebuah kebaikan. Karena harus seiring sejalan. Kepekaan dan aksi nyata. Sore ini sebagai wujud kepekaan itulah, Syabab Hidayatullah ambil bagian dalam aksi galang dana ini. Tutur Ketua Pengurus Wilayah (PW) Syabab Hidayatullah Jawa Tengah, Robiul Ngalim yang memimpin langsung aksi galang dana kemarin sore.

Sebagaimana direncanakan, BMH-Syabab Hidayatullah akan bahu membahu untuk mengadakan aksi galang dana dibeberapa tempat strategis di Kota Semarang, yang dimulai sore tadi di sekitaran Javamall Kota Semarang.

Mari bantu dan ambil bagian dalam amal jariah untuk meringankan beban warga yang terdampak. Kepedulian kita wujud kehadiran kita walau belum bisa membersamai mereka ditempat-tempat pengungsian.

Relawan BMH Sudah tiba di Palu, Kondisi Memprihatinkan dan Banyak Kebutuhan Mendesak

“Alhamdulillah, tim BMH dan SAR Hidayatullah telah tiba di Palu,  malam ini selepas Maghrib waktu setempat,” terang Kepala BMH Sulawesi Barat yang memimpin rombongan relawan dari Mamuju melaporkan (29/9).

Sementara itu, Donggala yang menjadi titik gempa mengalami kelumpuhan total. “Puing rumah, Bangkai kendaraan, Berserak. Rata dengan tanah, berpuluh kilometer,” terang relawan yang berada di Donggala.

Situasi tersebut menjadikan warga harus mengungsi. “Beberapa di antaranya bahkan masih terpisah dengan keluarga. Tanpa bisa saling berkabar,” imbuhnya.

Kondisi semakin sulit ketika Jalur komunikasi terputus. “Listrik padam. Gelap gulita sepanjang Donggala – Palu,” tuturnya.

Dari info yang dihimpun relawan di lokasi, sejauh ini telah dikabarkan hampir 1. 000 orang dinyatakan meninggal dunia.

“Di titik-titik pengungsian. Air bersih, selimut, tenda dan pangan sangat dibutuhkan. Karena sampai saat ini, jalur menuju ke lokasi masih sulit ditembus, termasuk penerangan (genset), karena listrik padam,” terang Syamsuddin.

Kebutuhan urgen lainnya meliputi, masker untuk bayi, sarung tangan latek, alkohol steril, sepatu boot, suplemen, senter, skop.

Adapun untuk pengungsi dibutuhkan segera makanan instan, selimut, baju, pakaian bayi, pakaian dalam perempuan, obat, terpal, tikar, susu, dan pakaian sholat.

Jalur utama putus total, sehingga mesti melalui jalan alternatif yang cenderung cukup sulit dilalui.

Hingga detik ini, satu-satunya komunikasi yang dapat dilakukan hanya melalui sms dan telpon seluler. “Tidak ada internet, Alhamdulillah, masih bisa via sms dan telp,” ucapnya.

Semalam tim relawan BMH dan SAR Hidayatullah transit di Pesantren Hidayatullah Palu, yang beralamat di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulteng.

“Kondisi pesantren, Alhamdulillah pengurus dan para santri selamat semua. Hanya saja, bangunan di pesntren luluh lantak,” jelas Syamsuddin.

Seorang relawan juga melaporkan perihal keadaan di lokasi dengan penuh perasaan di Donggala.

“Ya Allah, menetes air mata ini ketika tim relawan BMH Sulawesi Barat baru saja menelepon dan memberikan kabar, bahwasanya beliau sudah sampai di lokasi, kabarnya bangunan di kota Donggala rata dengan tanah, sepi, seperti kota mati, gelap gulita, bahkan puluhan kilometer jalan hancur. Diprediksi banyak korban jiwa meninggal. Mohon doa teman-teman agar para korban bisa segera dievakuas,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan akan relawan begitu besar. “Insya Allah akan ada tambahan tim relawan, via darat ada dari Makassar, empat di antara yang diberangkatkan akan terbang bersama pesawat hercules TNI,” terang Koordinator Lapangan Peduli Bencana Nusantara di Palu, Ahmad Hamim.

👋 Mari bantu korban gempa dan Tsunami di Palu dan donggala dengan menunaikan zakat, infak dan sedekah melalui BMH untuk Bangkit melewati ujian musibah
——————————————–
💳 REKENING DONASI :
An. Baitul Maal Hidayatullah

🏧 Bank Jateng : 108 9001 788

🏧 MANDIRI : 135.000 577 5075

🏧 BNI SYARIAH : 8508 768 003

🏧 BSM : 7644 130 112

Konfirmasi Donasi : 0815 2900 1542 (WA
=============================
🏬 KANTOR BMH Perwakilan Jateng
Jalan Wonodri Baru Raya No. 41 Kota Semarang
Tlp: 024 – 7744 1301
E-Mail : cs.semarang@bmh.or.id

Bangun Gedung Sekolah Putri Penghafal Al-Qur’an

Mendidik anak usia sekolah apalagi anak putri di zaman digital ini memang kerap dirasakan orang tua sangat kewalahan. Anak-anak dengan mudahnya bisa saling bertukar informasi yang sangat terbuka kepada siapa saja dengan fasilitas media yang sangat banyak disediakan oleh berbagai provider pengembang IT.

Dilema bagi orang tua, yakni anak dengan kurangnya mawas diri mereka banyak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. Banyak kasus terkuak di media massa karena anak-anak khususnya remaja putri masih banyak yang belum berpikiran jauh akan akibat yang ditimbulkan dihari mendatang.

Namun, hal ini dapat dicegah sedini mungkin apabila anak putri diamanahkan dan ditempah di Pesantren-Pesantren untuk terus dikembangkan segala potensi yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Salah satu ikhtiar itu, BMH bersama dengan Yayasan Al-Burhan Hidayatulllah Kota Semarang, saat ini sedang berikhtiar untuk menghadirkan Sekolah Khusus Putri Dhuafa.

Sekolah ini didesain untuk tahfidz Putri, Selain sekolah Formal, santri-santri akan terus digembleng dengan target menjadi hafidzah saat lulus nantinya.

Saat ini, Gedung sekolah yang disiapkan untuk membimbing dan mengasuh mereka sudah over load. olehnya itu, BMH dan pengurus Yayasan Al-Burhan Hidayatullah bersepakat untuk menambah gedung yang nantinya akan menampung lebih banyak lagi para santriwati yang ingin menjadi hafidzah.

Alhamdulillah, progres bangunan Gedung Sekolah Putri Pesantren Penghafal Al-Qur’an Yatim Dhuafa Al-Burhan Hidayatullah Semarang terus dilakukan.

Pengecoran Lantai 1, Pembuatan Septitank, dan Persiapan Kamar Mandi, pekerjaan selanjutnya adalah pengerjaan Balok Dan Kolom Persiapan Pengecoran Lantai 2 (dua) terus dikebut.

Alhamdulillah A’la Kulli Hal, per hari ini (Jum’at, 21/09) Sudah selesai pengerjaan 5 Kolom Beton dari jumlah 24 Kolom Beton Tiang Penyangga lantai 2.

Per Hari Kamis (26/9) sudah 8 Kolom Beton Tiang Penyangga Lantai 2. Masih ada 16 Kolom Beton Tiang lagi dengan anggaran @Rp. 2.500.000 x 16 = Rp. 40.000.000,-

Mohon Do’a Dan Dukungannya terus. Semoga ikhtiar Mulia ini dimudahkan Allah Swt, Aamiin.

💳 Rekening Donasi,
🏧 BSM 7644 130112
🏧 BNI Syariah 8508 768 003

a/n Baitul Maal Hidayatullah

untuk Informasi lebih lengkap dapat menghubungi : WA : 0815 2900 1542

 

BMH Gelar Acara Hijrah Berbagi Berkah Bersama 500 Anak Yatim Se-Kota Semarang

Momentum tahun baru Islam, pada bulan Muharram 1440 H, BMH mengangkat Program Hijrah Berbagi Berkah. Program ini diinisiasi untuk menggugah masyarakat luas, khususnya umat Islam untuk selalu aware dengan pergantian tahun baru dalam kalender islami yang harus selalu dievaluasi selama setahun apa yang sudah, belum dan akan dikerjakan program-program setahun kedepan, urai GM BMH Jawa Tengah, Imam Muslim.

Tahun baru, bagi seorang muslim tentu harus dapat mengambil momentum untuk perubahan dan perbaikan. Bagi BMH, momentum bulan Muharram selalu disiapkan program terbaik, khususnya untuk yatim dhuafa.

Acara tadi pagi, yakni program berbagi berkah diawali dengan penyampaian kisah sukses Rasulullah Saw yang disampaikan oleh Ust. Tumidi, da’i tangguh BMH yang lebih beken disapa Mr. O oleh Anak-anak. Acara ini digelar pada hari Ahad, 13 Muharram 1440 H.

Dalam cerita yang dibawakan di depan anak-anak pagi tadi, Mr. O menceritakan bahwa Rasulullah sebagai anak yatim tidak bermalas-malasan, sejak kecil sudah mandiri dengan menggembala kambing dan banyak membantu orang lain, tutur beliau.

Lebih lanjut, ajak Mr. O, mari kita ikuti sifat, sikap dan karakter Muhammad kecil yang tidak manja sama ibu ya, adik-adik harus bisa mencontoh sifat beliau dengan membantu belajar nyuci piring sendiri, walau belum bersih tidak apa apa, membantu ibu beres-beres rumah dan sebagainya, intinya harus belajar mandiri ya anak-anak, pesan Da’i yang sedang diamanahi di Hidayatullah Salatiga.

Budi, salah satu anak yatim yang hadir dalam Aula Malabar, Jalan Malabar Kota Semarang ini sangat senang.

“Senang sekali datang disini, ada cerita nabi yang dibawakan oleh Ust. Juga dapat bingkisan banyak seperti ini, cerita Budi sesaat ditanya perasaannya ketika hendak pamitan pulang.

Sebagai penutup acara, dilakukan do’a bersama, dilanjutkan pembagian dan penyerahan donasi santunan yatim, paket gizi dan voucher belanja perlengkapan sekolah kepada seluruh anak yatim yang hadir.

BMH Salurkan 500 Paket Sahabat Pasien

Sebagai lembaga Amil Zakat Nasional, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus berkomitmen untuk ambil bagian dalam program pengentasan kemiskinan.

Salah satu pilar program BMH yakni Program Sosial. Program sosial ini ditujukan untuk merespon kondisi masyarakat yang masih banyak membutuhkan uluran tangan kita semua.

Melalui Program ‘Sahabat Pasien’ BMH dalam 2 hari ini menyerahkan 500 paket bantuan kesehatan. Sahabat Pasien merupakan program jenguk pasien yang sedang dirawat di rumah sakit sekaligus menyalurkan paket bantuan kesehatan kepada para pasien.

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan penguatan dan mendo’akan agar pasien yang sakit terus memiliki sikap positif kepada Allah. Ujian ini untuk lebih menguatkan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Juga memberikan motivasi kepada keluarga pasien agar selalu sabar dan terus mendo’akan keluarganya yang sedang sakit diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.” Urai GM BMH Perwakilan Jateng, Imam Muslim.

Direktur RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Ibu Dr. Susi Herawati, M. Kes menyambut gembira pelaksanaan program sahabat pasien BMH yang dilaksanakan di RSUD ini.

“Terima kasih BMH atas kunjungan dan penyaluran bantuan kesehatan kepada pasien di RSUD Wongsonegoro Kota Semarang ini. Program ini sangat membantu terutama pasien yang membutuhkan biaya. Semoga kerjasama ini terus dilaksanakan agar manfaat kepada masyarakat lebih banyak yang merasakan.

Salah satu penerima manfaat, Ibu Suyatmi sangat senang mendapatkan kunjungan dari BMH sekaligus dapat tali asih bantuan pengobatan melalui program sahabat pasien.

“Matur suwun sanget, atas kunjungan dan bantuan kepada saya yang sedang sakit.” Ungkap beliau kepada tim BMH diruang Arjuna satu, RSUD K.R.M.T Wongsonegoro.

Program sahabat pasien ini terlaksana hasil kerjasama antara BMH, RSUP Dr. Kariadi dan RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Selama dua hari sejak Senin-Selasa (17-18/9/18) di dua rumah sakit tersebut.